No ratings yet.

Jika Anda sering memantau Google Search Console (GSC), Anda mungkin pernah menemukan status yang paling membingungkan sekaligus menjengkelkan: Crawled – Currently Not Indexed.

Apa sebenarnya artinya? Ini berarti Googlebot (robot perayap Google) sudah mengunjungi dan membaca halaman Anda. Namun, setelah merayapi, Google memutuskan untuk tidak memasukkan halaman tersebut ke dalam indeksnya saat ini.

Dalam bahasa SEO, status ini adalah sinyal keras bahwa halaman Anda memiliki masalah, bukan pada aksesibilitas teknis (karena sudah dirayapi), melainkan pada kualitas, otoritas, atau prioritas.

Implikasi SEO: Halaman yang tidak terindeks adalah halaman yang mati. Mereka tidak akan muncul dalam hasil pencarian (SERP), dan semua upaya keyword research dan penulisan konten Anda menjadi sia-sia. Tujuan artikel ini adalah membantu Anda mendiagnosis penyebabnya dan mengambil tindakan perbaikan yang tepat.

Penyebab Utama Status “Tidak Diindeks”

Untuk memperbaiki masalah ini, kita harus tahu mengapa Google, setelah melihat halaman Anda, memutuskan untuk melewatkannya. Penyebabnya dapat dikelompokkan menjadi tiga area utama:

Isu Kualitas Konten

Ini adalah alasan nomor satu di balik status “Not Indexed” dan seringkali berhubungan langsung dengan Google Core Updates yang fokus pada kualitas. Google kini sangat fokus pada kualitas dan nilai yang diberikan kepada pembaca. Jika halaman Anda dirayapi namun tidak diindeks, ini adalah indikasi bahwa Google meragukan nilai fundamentalnya.

1. Konten Tipis (Thin Content)

Halaman yang hanya memiliki sedikit teks (kurang dari 200-300 kata) dan tidak memberikan jawaban yang memadai atau tuntas atas maksud pencarian pengguna (search intent). Contoh umum termasuk halaman placeholder, halaman kategori produk tanpa deskripsi, atau postingan blog yang hanya berisi kutipan singkat. Google menganggap halaman ini tidak dapat bersaing dengan konten komprehensif lainnya, sehingga dianggap tidak layak berada di indeks.

2. Konten Duplikat

Konten yang sama persis (duplikat keras) atau sangat mirip (duplikat lunak) yang muncul di beberapa URL, baik di dalam domain Anda sendiri (misalnya, perbedaan antara /page/ dan /page/?v=1) atau hasil scraping dari situs web lain. Google melakukan kanibalisasi indeks. Ia memilih satu versi yang dianggap terbaik (canonical) dan mengabaikan semua versi duplikat lainnya, yang berakhir dengan status Not Indexed

3. Nilai Rendah

Konten yang terasa generik, tidak didukung oleh sumber tepercaya, atau ditulis tanpa menunjukkan Keahlian, Pengalaman, Otoritas, dan Kepercayaan (E-E-A-T) yang jelas. Ini sangat penting untuk topik Your Money or Your Life (YMYL) seperti kesehatan dan keuangan. Google mengklasifikasikannya sebagai low-quality page yang berpotensi menyesatkan pengguna, sehingga diputuskan untuk tidak memasukkannya ke indeks demi melindungi pengalaman pengguna.

Isu Otoritas dan Prioritas

Google memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya (Crawl Budget) saat merayapi situs. Jika halaman Anda dianggap tidak penting, Google akan memprioritaskan yang lain. Biasanya, Halaman yang bermasalah berada terlalu dalam di hierarki situs Anda (terlalu banyak klik dari homepage) dan tidak menerima tautan internal yang cukup dari halaman-halaman otoritatif lainnya. Google gagal menemukan halaman tersebut secara efisien atau menganggapnya sebagai orphan page (halaman yatim piatu) yang tidak memiliki sinyal prioritas yang kuat.

Walaupun Google sudah merayapi halaman, kurangnya backlink berkualitas yang mengarah ke halaman tersebut mengindikasikan bahwa komunitas web tidak mengakui otoritas atau nilai halaman itu. Halaman ini ditempatkan pada antrean pengindeksan prioritas rendah dibandingkan pesaing yang memiliki banyak sinyal kepercayaan eksternal.

Terakhir, Situs Anda memiliki terlalu banyak URL yang tidak bernilai, seperti halaman filter yang tidak terbatas (faceted navigation), halaman tag yang tidak terpakai, atau hasil pencarian internal yang sebenarnya tidak perlu diindeks. Crawl Budget Google terbuang untuk merayapi “sampah,” sehingga ia kehabisan sumber daya dan waktu untuk mengindeks konten penting Anda.

Isu Teknis yang Tersembunyi

Terkadang, masalah teknis yang sepele bisa menjadi penyebab halaman web anda tidak terindeks. Terutama yang berkaitan dengan pengalaman pengguna. Misal, halaman anda lambat dimuat, memiliki masalah Core Web Vitals yang buruk, atau tidak sepenuhnya mobile friendly. Google enggan mengindeks halaman yang memberikan pengalaman buruk bagi pengguna.

Isu teknis lainnya adalah ketika halaman menampilkan kode status 200 (OK), tetapi kontennya kosong atau hanya berisi error, atau bahkan merupakan halaman yang sebenarnya tidak ada. Google menganggapnya sebagai error dan menolak mengindeksnya.

Solusi Taktis untuk Mengindeks Halaman

Perbaikan Konten

Setelah anda mengetahui permasalahannya, saatnya untuk menerapkan langkah-langkah perbaikan yang efektif. Perbaikan di level konten adalah cara terbaik dan tercepat untuk mengatasi masalah status ini. 

Anda dapat memulai dengan memperluas konten anda. Tambahkan minimal 500 hingga 1000 kata. Sertakan studi kasus, contoh nyata, data statistik, atau panduan langkah demi langkah. Setelah itu, jika anda menemukan konten tipis – misalkan anda memiliki 3 artikel yang membahas topik yang sama – gabungkan menjadi satu artikel Super Page dan lakukan 301 Redirect dari dua URL yang dihapus ke halaman baru yang kuat. Tambahkan juga penulis (dengan biografi), tanggal update terbaru, dan referensi atau sumber terpercaya.

Optimalisasi Struktur Tautan

Kita perlu meyakinkan Google bahwa halaman ini layak mendapatkan Crawl Budget dan Link Equity. Cari 5 hingga 10 halaman terkuat di situs Anda (halaman utama, kategori populer, atau artikel berkinerja tinggi lainnya). Tambahkan tautan dari halaman-halaman tersebut menuju halaman yang bermasalah. Pastikan Anda menggunakan Anchor Text yang deskriptif dan relevan. Setelah itu upayakan untuk mendapatkan backlink. Meskipun butuh waktu, backlink dari situs berkualitas akan secara signifikan meningkatkan otoritas halaman dan mendesak Google untuk mengindeksnya.

Tindakan di Google Search Console

Setelah semua perbaikan dilakukan di sisi konten dan struktur, saatnya meminta Google untuk melihat kerja keras Anda. 

  1. Inspeksi Ulang URL: Masuk ke GSC dan gunakan fitur “Inspect URL”. Masukkan URL yang telah diperbaiki. Perhatikan hasil inspeksi Google untuk mengonfirmasi bahwa mereka kini melihat versi halaman yang sudah diperkaya.
  2. Minta Pengindeksan Ulang (Request Indexing): Klik tombol “Request Indexing” di Inspection Tool. Penting: Lakukan langkah ini hanya setelah Anda yakin perbaikan konten dan teknis sudah selesai. Meminta pengindeksan ulang tanpa perbaikan hanya akan membuang Crawl Budget.
  3. Periksa File Sitemap: Pastikan URL tersebut sudah termasuk dalam Sitemap.xml Anda dan pastikan sitemap tersebut telah di submit dengan benar ke GSC.

Kesimpulan

Status Crawled – Currently Not Indexed bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sinyal kualitas yang membutuhkan perhatian Anda. Google memberitahu Anda, “Saya bisa melihatnya, tetapi saya tidak yakin pengguna saya membutuhkannya.”

Solusi intinya selalu kembali ke nilai. Fokus pada pengayaan konten, peningkatan otoritas melalui tautan internal, dan memastikan pengalaman pengguna yang sempurna.

Langkah ini memang membutuhkan kesabaran; dibutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, bagi Google untuk merayapi ulang dan memproses sinyal kualitas baru. Namun, begitu Anda fokus pada value di setiap halaman, Anda akan melihat perubahan status dari Not Indexed menjadi Indexed di masa mendatang. Ingin memaksimalkan keuntungan Anda di dunia digital? RNA adalah solusi reseller domain terpercaya yang menawarkan infrastruktur kuat agar bisnis Anda melesat tanpa kendala.

Rate this Article

About Author

Hiqbal Fauzi

As SEO Specialist at Deneva with a bachelor's in animal husbandry, passionate about digital marketing, especially in SEO.

daftar reseller

This will close in 0 seconds