{"id":3775,"date":"2025-11-28T10:00:00","date_gmt":"2025-11-28T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/rna.id\/blog\/?p=3775"},"modified":"2025-10-02T15:16:56","modified_gmt":"2025-10-02T08:16:56","slug":"membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/","title":{"rendered":"Membangun Kepercayaan lewat Business Storytelling"},"content":{"rendered":"\n<p>Apakah Anda merasa sulit untuk menonjol di pasar yang penuh sesak? Apakah audiens Anda kesulitan memahami nilai sebenarnya dari produk atau layanan Anda yang kompleks? Ini adalah tantangan umum yang dihadapi banyak <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/ide-bisnis-online\/\">bisnis<\/a>, dan solusinya tidak terletak pada anggaran pemasaran yang lebih besar, melainkan pada komunikasi yang lebih baik. Jawabannya adalah Kekuatan Business Storytelling.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi prinsip-prinsip storytelling yang telah terbukti berhasil, mulai dari sisi ilmiah otak yang merespons cerita hingga langkah-langkah praktis untuk menciptakan narasi yang tidak hanya menjual, tetapi juga menginspirasi kepercayaan.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #212529;color:#212529\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #212529;color:#212529\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Apa_Itu_Business_Storytelling\" >Apa Itu Business Storytelling?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#4_Pilar_Kekuatan_Business_Storytelling\" >4 Pilar Kekuatan Business Storytelling<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Membangun_Kepercayaan_dan_Otentisitas\" >Membangun Kepercayaan dan Otentisitas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Diferensiasi_Merek\" >Diferensiasi Merek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Menciptakan_Koneksi_Emosional\" >Menciptakan Koneksi Emosional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Simplifikasi_Kompleksitas\" >Simplifikasi Kompleksitas<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Komponen_Kunci_dari_Business_Storytelling_yang_Efektif\" >Komponen Kunci dari Business Storytelling yang Efektif<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Pelanggan_Sebagai_Protagonis\" >Pelanggan Sebagai Protagonis&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Konflik\" >Konflik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Mentor\" >Mentor&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Resolusi\" >Resolusi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Tempat_Menerapkan_Storytelling_dalam_Bisnis_Anda\" >Tempat Menerapkan Storytelling dalam Bisnis Anda<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Halaman_%E2%80%9CTentang_Kami%E2%80%9D\" >Halaman \u201cTentang Kami\u201d<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Konten_Pemasaran\" >Konten Pemasaran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Employer_Branding\" >Employer Branding<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/membangun-kepercayaan-lewat-business-storytelling\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Business_Storytelling\"><\/span>Apa Itu Business Storytelling?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Business Storytelling adalah pendekatan komunikasi strategis di mana <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/nama-perusahaan\/\">perusahaan<\/a> secara sadar dan terencana menggunakan narasi (cerita) untuk menyampaikan nilai, misi, asal-usul, atau dampak dari produk dan layanan mereka, alih-alih hanya menyajikan fakta dan fitur. Ini melampaui <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/keunggulan-iklan-di-internet\/\">iklan<\/a> tradisional; tujuannya adalah membangun jembatan emosional yang kuat antara merek dan audiens.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan elemen cerita klasik\u2014seperti menampilkan pelanggan sebagai protagonis yang menghadapi konflik (masalah) dan menemukan resolusi (solusi dari merek Anda)\u2014storytelling membantu memanusiakan bisnis Anda. Pada akhirnya, business storytelling bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan, meningkatkan daya ingat merek, dan mengubah audiens pasif menjadi pelanggan yang loyal dan bersemangat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pilar_Kekuatan_Business_Storytelling\"><\/span>4 Pilar Kekuatan Business Storytelling<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membangun_Kepercayaan_dan_Otentisitas\"><\/span>Membangun Kepercayaan dan Otentisitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pilar ini berfokus pada penggunaan cerita sebagai alat untuk memanusiakan merek Anda dan menunjukkan nilai-nilai intinya. Dengan berbagi cerita asal-usul (origin story), kisah di balik produk (behind the scenes), atau tantangan yang dihadapi pendiri, bisnis membuka diri dan menunjukkan kerentanan yang menarik empati.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Cerita yang jujur dan otentik secara instan menumbuhkan kepercayaan (trust), karena audiens melihat merek bukan hanya sebagai entitas yang haus keuntungan, tetapi sebagai sekelompok manusia dengan misi dan nilai. Kepercayaan inilah fondasi utama yang mengubah audiens menjadi pelanggan setia, karena mereka percaya bahwa Anda akan menepati janji.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Diferensiasi_Merek\"><\/span>Diferensiasi Merek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di pasar yang semakin jenuh, di mana fitur produk sering kali mudah ditiru oleh kompetitor, cerita adalah pembeda yang paling abadi dan tidak dapat disalin. Pilar diferensiasi ini memanfaatkan narasi untuk menyoroti keunikan &#8220;mengapa&#8221; (why) bisnis Anda ada, bukan hanya &#8220;apa&#8221; (what) yang Anda jual.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Cerita yang kuat menciptakan identitas yang khas dan tak tertandingi di benak konsumen, memberi mereka alasan yang lebih dalam untuk memilih Anda. Merek yang memiliki kisah jelas mampu menghindari perang harga karena mereka menjual nilai, emosi, dan pengalaman yang terkandung dalam narasi tersebut, bukan sekadar komoditas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menciptakan_Koneksi_Emosional\"><\/span>Menciptakan Koneksi Emosional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah inti dari storytelling: kemampuan untuk melampaui logika dan menyentuh sisi emosional manusia. Cerita yang baik mampu melepaskan hormon seperti oksitosin di otak, yang erat kaitannya dengan empati dan bonding. Ketika pelanggan merasa terhubung secara emosional dengan kisah Anda\u2014misalnya, melalui kisah protagonis (pelanggan) yang berhasil mengatasi tantangan berkat produk Anda\u2014mereka beralih dari sekadar pembeli menjadi advokat merek (<a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/cara-membuat-brand\/\">brand<\/a> advocate). Koneksi emosional semacam ini memastikan loyalitas jangka panjang, membuat pelanggan lebih mungkin untuk kembali dan merekomendasikan merek Anda kepada orang lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Simplifikasi_Kompleksitas\"><\/span>Simplifikasi Kompleksitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak produk dan layanan, terutama di sektor teknologi atau B2B, memiliki proses atau fitur yang rumit dan sulit dipahami oleh orang awam. Pilar Simplifikasi Kompleksitas menggunakan narasi sebagai wadah yang mudah dicerna untuk menyampaikan informasi yang padat. Alih-alih membanjiri audiens dengan statistik dan istilah teknis, cerita menyajikan data dan fakta tersebut dalam konteks yang relevan dengan kehidupan sehari-hari atau tantangan pelanggan. Dengan menceritakan bagaimana produk Anda memecahkan masalah dalam skenario dunia nyata, Anda mengubah konsep yang membingungkan menjadi solusi yang intuitif dan mudah diingat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komponen_Kunci_dari_Business_Storytelling_yang_Efektif\"><\/span>Komponen Kunci dari Business Storytelling yang Efektif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelanggan_Sebagai_Protagonis\"><\/span>Pelanggan Sebagai Protagonis&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam Business Storytelling yang kuat, pelanggan (bukan merek Anda) harus menempati peran sebagai protagonis atau pahlawan utama cerita. Artinya, narasi berpusat pada kehidupan, aspirasi, dan tantangan mereka. Dengan menempatkan pelanggan di kursi utama, Anda segera membangun empati dan keterkaitan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Cerita Anda harus dimulai dengan menggambarkan keadaan mereka, menunjukkan bahwa Anda memahami situasi atau masalah yang mereka hadapi. Ini membuat audiens berpikir, &#8220;Itu persis seperti yang saya alami,&#8221; dan secara otomatis menarik perhatian mereka ke langkah cerita berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik\"><\/span>Konflik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap cerita yang layak diceritakan membutuhkan konflik atau tantangan yang dihadapi oleh protagonis (pelanggan). Konflik ini bisa berupa masalah eksternal (misalnya, software yang rumit, produk yang mahal, atau proses yang tidak efisien) atau masalah internal (misalnya, perasaan frustrasi, takut gagal, atau kurang percaya diri). Konflik adalah pemicu emosi dalam cerita Anda; ia memberikan ketegangan dan membuat audiens tertarik pada hasilnya. Tanpa adanya konflik yang jelas, produk atau layanan Anda akan terasa tidak relevan karena tidak ada masalah yang perlu dipecahkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mentor\"><\/span>Mentor&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di sinilah merek Anda memainkan peran kunci: sebagai mentor atau pemandu. Setelah konflik diperkenalkan, merek Anda masuk untuk menawarkan solusi, alat, atau peta jalan yang akan membantu protagonis (pelanggan) mengatasi tantangan mereka. Penting untuk diingat, Anda bukan pahlawannya; Anda adalah orang bijak yang memberikan tongkat estafet atau pelatihan agar pelanggan dapat menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri. Peran sebagai mentor menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap kesuksesan pelanggan dan memiliki keahlian untuk membantu mereka mencapai Resolusi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Resolusi\"><\/span>Resolusi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Resolusi adalah akhir yang sukses, yang menggambarkan transformasi positif yang dialami oleh protagonis setelah menggunakan solusi dari mentor (merek Anda). Resolusi harus menjawab pertanyaan: &#8220;Seperti apa kehidupan mereka setelah masalah teratasi?&#8221; Ini bukan hanya tentang menjual produk, melainkan menjual hasil yang diinginkan\u2014ketenangan pikiran, peningkatan efisiensi, penghematan waktu, atau peningkatan kebahagiaan. Resolusi yang kuat memberikan janji masa depan yang cerah dan berfungsi sebagai Panggilan untuk Bertindak yang inspiratif, mendorong audiens untuk mengambil langkah yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tempat_Menerapkan_Storytelling_dalam_Bisnis_Anda\"><\/span>Tempat Menerapkan Storytelling dalam Bisnis Anda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Halaman_%E2%80%9CTentang_Kami%E2%80%9D\"><\/span>Halaman \u201cTentang Kami\u201d<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Halaman &#8220;Tentang Kami&#8221; adalah tempat utama untuk menceritakan kisah asal-usul merek Anda. Alih-alih daftar riwayat perusahaan yang kering, gunakan ruang ini untuk menjelaskan mengapa bisnis Anda didirikan: apa masalah yang Anda lihat di dunia, dan bagaimana visi serta nilai-nilai pendiri membentuk solusinya. Ini menumbuhkan koneksi emosional instan, karena pembaca dapat mengidentifikasi semangat dan motivasi yang mendorong merek Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konten_Pemasaran\"><\/span>Konten Pemasaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Storytelling mengubah konten pemasaran dari promosi langsung menjadi edukasi dan hiburan. Di sini, cerita dapat diwujudkan melalui studi kasus pelanggan yang menunjukkan perjalanan mereka dari tantangan (konflik) hingga kesuksesan (resolusi). Di media sosial, cerita ini bisa berupa narasi visual yang menampilkan penggunaan produk dalam kehidupan nyata, menjadikan merek Anda lebih relevan dan relatable daripada sekadar menampilkan posting iklan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Employer_Branding\"><\/span>Employer Branding<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Employer branding menggunakan storytelling untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Cerita di sini berfokus pada budaya internal, pengalaman karyawan, dan dampak kerja mereka terhadap masyarakat atau industri. Menceritakan kisah karyawan (bukan hanya manajemen) menunjukkan otentisitas dan nilai-nilai yang benar-benar dijunjung perusahaan. Hal ini meyakinkan calon karyawan bahwa perusahaan bukan hanya tempat untuk bekerja, tetapi tempat di mana mereka dapat mencapai tujuan yang berarti.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align: center;\"><a class=\"wp-block-button__link has-text-align-center wp-element-button\" href=\"https:\/\/rna.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Reseller Domain Indonesia<\/a><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Business Storytelling bukan sekadar alat pemasaran, melainkan sebuah kerangka berpikir strategis yang memungkinkan merek Anda terhubung secara fundamental dengan audiens. Dengan menempatkan pelanggan sebagai protagonis, mengidentifikasi konflik mereka, dan menempatkan merek sebagai mentor, Anda berhasil mengubah komunikasi transaksional menjadi hubungan emosional yang mendalam, menjadikan merek Anda unik dan tak terlupakan. Jika Anda siap membangun narasi yang benar-benar transformatif, pelajari lebih lanjut bagaimana kami di RNA dapat membantu Anda menyusun dan menyebarkan kisah bisnis Anda agar mencapai dampak maksimal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Anda merasa sulit untuk menonjol di pasar yang penuh sesak? Apakah audiens Anda kesulitan memahami nilai sebenarnya dari produk atau layanan Anda yang kompleks? Ini adalah tantangan umum yang dihadapi banyak bisnis, dan solusinya tidak terletak pada anggaran pemasaran yang lebih besar, melainkan pada komunikasi yang lebih baik. Jawabannya adalah Kekuatan Business Storytelling.&nbsp; Dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":3777,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rating_form_position":"","rating_results_position":"","mr_structured_data_type":"","footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-3775","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis"],"multi-rating":{"mr_rating_results":[{"adjusted_star_result":0,"star_result":0,"total_max_option_value":5,"adjusted_score_result":0,"score_result":0,"percentage_result":0,"adjusted_percentage_result":0,"count":0,"post_id":3775}]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3775","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3775"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3775\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3778,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3775\/revisions\/3778"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}