{"id":1501,"date":"2023-03-23T16:39:19","date_gmt":"2023-03-23T09:39:19","guid":{"rendered":"https:\/\/rna.id\/blog\/?p=1501"},"modified":"2023-04-02T13:16:11","modified_gmt":"2023-04-02T06:16:11","slug":"second-level-domain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/","title":{"rendered":"Apa Itu Second Level Domain? Pengertian, Contoh &#038; Tipsnya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang diketik pengunjung situs web ke dalam search engine ketika mereka ingin mengunjungi situs web kamu? Kamu bisa menyebutnya domain atau alamat situs web, tetapi sebenarnya ada istilah lain untuk menyebutnya yakni second level domain atau\u00a0 domain tingkat kedua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percaya atau tidak, second level domain adalah beberapa domain yang paling diingat oleh pengunjung situs web kamu. Ini karena domain tingkat kedua atau SLD mirip dengan nama situs web. Sebagai contoh pada youtube.com. Youtube adalah second level domain dari situs tersebut, sementara <a href=\"https:\/\/rna.id\/domain-com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">domain .com<\/a> adalah <\/span><a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/apa-itu-tld\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Top Level Domainnya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> . Orang &#8211; orang akan cenderung mengatakan \u201ccoba cari videonya di YouTube\u201d daripada \u201ccoba cari videonya di youtube.com\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kata lain, SLD juga bisa dipahami sebagai alamat atau nama <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/website-adalah\/\">website<\/a> yang kamu daftarkan. Ingin mempelajari lebih lanjut tentang Second Level Domains (SLDs)? Simak informasinya di sini.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #212529;color:#212529\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #212529;color:#212529\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/#Apa_Itu_Second_Level_Domain\" >Apa Itu Second Level Domain?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/#Pentingnya_Second_Level_Domain\" >Pentingnya Second Level Domain\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/#Contoh_Second_Level_Domain\" >Contoh Second Level Domain<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/#1_RNAID\" >1. RNA.ID<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/#2_DomaiNesiacom\" >2. DomaiNesia.com<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/#Tips_Menentukan_Second_Level_Domain\" >Tips Menentukan Second Level Domain<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/#1_Gunakan_nama_domain_yang_mudah_diingat\" >1. Gunakan nama domain yang mudah diingat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/#2_Pastikan_ketersediaan_domain\" >2. Pastikan ketersediaan domain<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/#3_Gunakan_nama_domain_yang_relevan\" >3. Gunakan nama domain yang relevan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/#4_Cantumkan_nama_daerah\" >4. Cantumkan nama daerah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/second-level-domain\/#5_Lengkapi_dengan_TLD_yang_sesuai\" >5. Lengkapi dengan TLD yang sesuai<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Second_Level_Domain\"><\/span><strong>Apa Itu Second Level Domain?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Second level domain adalah bagian dari nama domain yang terletak di sisi kiri titik atau sebelum ekstensi domain. Second level domain ini adalah nama yang akan didaftarkan ke domain. Biasa juga dikenal sebagai nama domain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Second level domain ini membedakan domain tingkat ketiga dengan top level domain. Kamu bisa menganalogikan second level domain seperti nama kamu. Seseorang memiliki nama depan dan belakang. Nama belakang biasanya nama keluarga yang menekankan hubungannya dengan keluarga, klan, atau kelompok tertentu. Sebaliknya, nama depan menekankan individualitas. Misalnya, Luke Hemmings memiliki nama depan luke yang unik dan mendefinisikan dirinya sendiri dan nama belakang hemmings yang berarti perwakilan dari klan hemmings.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut juga berlaku pada domain. Second level domain bertindak seperti nama depan yang akan mendefinisikan suatu situs web secara unik. Kemudian dengan top level domain yang berfungsi seperti nama belakang yang akan menunjukkan pada bidang apa situs tersebut berjalan. Kita ambil contoh youtube.com. Youtube adalah second level domain dari situs tersebut, sementara .com adalah Top Level Domainnya.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/rna.id\/domain-id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Beli Domain ID Murah Untuk Tingkatkan Kredibilitas Website<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Second_Level_Domain\"><\/span><strong>Pentingnya Second Level Domain\u00a0<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Second level domain menjadi penting karena dapat mempengaruhi <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/kredibilitas-adalah\/\">kredibilitas<\/a> dan performa situs web kamu. Berikut adalah beberapa alasan mengapa second level domain merupakan hal yang penting:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membangun kesan pertama pengguna. Second level domain adalah kata pertama yang kamu baca saat melihat domain situs web. Oleh karena itu, SLD membantu membangun kesan pertama bagi calon pengunjung situs web kamu. Sebagai contoh, ketika kamu mendengar nama domain dekorasipernikahan.com, Anda mungkin mengira situs tersebut menawarkan jasa dekorasi untuk acara pernikahan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Branding situs web. Salah satu cara termudah untuk meningkatkan branding situs web kamu adalah dengan mengubah branding kamu menjadi second level domain. Karena second level domain adalah yang diingat kebanyakan orang ketika mengunjungi situs web tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan SEO situs web. Second level domain dapat meningkatkan kinerja SEO situs web kamu. Alasannya, SLD adalah kata kunci yang diketik pengguna di mesin pencari untuk membuka situs web kamu. Karena alasan ini, beberapa merek mungkin menambahkan kata kunci tambahan untuk memperjelas konteks situs web mereka. Misalnya <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/nama-perusahaan\/\">perusahaan<\/a> sound system, menggunakan SLD soundsystemjogja.com.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai email <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/ide-bisnis-online\/\">bisnis<\/a>. Tahukah Anda bahwa alamat email bisnis kamu akan sesuai dengan second level domain yang kamu gunakan? Misalnya, memiliki situs web bernama rna.id. Akibatnya, semua karyawan, hingga tim resmi RNA, akan menerima email dengan nama depan dan belakang employeename\/team.rna.id. Menggunakan email bisnis yang cocok dengan nama domain situs web kamu akan membuat email kamu terlihat lebih formal dan lebih profesional.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Second_Level_Domain\"><\/span><strong>Contoh Second Level Domain<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa contoh second level domain:<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_RNAID\"><\/span><strong>1. RNA.ID<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh pertama yakni rna.id. RNA atau Registrasi Neva Angkasa adalah situs web yang menawarkan program <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/reseller-adalah\/\">reseller<\/a> domain. RNA memilih untuk membuat second level domain yang singkat dan unik namun tetap memiliki keterkaitan dengan situs webnya. Kamu dapat mencontoh RNA dalam memilih second level domain yang singkat sehingga dapat dengan mudah diingat oleh pengguna.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_DomaiNesiacom\"><\/span><strong>2. DomaiNesia.com<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya yakni <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/domainesia-hosting-review\/\">domainesia<\/a>.com. Ini adalah nama domain dari situs web DomaiNesia yang berfokus pada penyediaan layanan <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/perbedaan-domain-dan-hosting\/\">domain dan hosting<\/a>. DomaiNesia memilih <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/nama-brand-aesthetic\/\">nama brand<\/a> nya sebagai second level domain. Kamu juga dapat menggunakan nama <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/cara-membuat-brand\/\">brand<\/a> kamu maupun proyek yang sudah terdaftar untuk menjadi second level domain situs web kamu. Ini akan membantu kamu dalam branding situs web tersebut.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/rna.id\/domain-premium\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Beli Domain Premium Untuk Website Bisnis<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Menentukan_Second_Level_Domain\"><\/span><strong>Tips Menentukan Second Level Domain<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui pengertian dan contoh dari second level domain. Saatnya kamu untuk menyimak tips dalam menentukan second level domain terbaik untuk situs web kamu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Gunakan_nama_domain_yang_mudah_diingat\"><\/span><strong>1. Gunakan nama domain yang mudah diingat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tips pertama dan terpenting saat memilih nama SLD adalah memilih nama domain yang mudah diingat. Kamu pasti pernah menjumpai nama domain yang terlalu panjang untuk diingat bukan, apalagi jika nama domain mengandung kata dua huruf, rawan sekali salah ketik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membantu pengguna Internet menemukan situs web kamu, kamu harus membuat domain yang mudah diingat. Buat nama domain tidak lebih dari 3 kata. Kamu dapat menggunakan nama perusahaan kamu sebagai nama domain kamu untuk branding.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pastikan_ketersediaan_domain\"><\/span><strong>2. Pastikan ketersediaan domain<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mengkonfirmasi pilihan domain kamu, Kamu harus terlebih dahulu memeriksa ketersediaan nama yang dipilih. Nama domain yang kamu pilih mungkin sudah digunakan oleh situs web lain. Jika ya, kamu harus memilih nama domain baru, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan khawatir jika nama domain kamu tidak tersedia. Tetapkan berbagai opsi nama domain sebagai opsi cadangan. Opsi ini dapat digunakan jika nama domain utama yang kamu pilih tidak tersedia.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Gunakan_nama_domain_yang_relevan\"><\/span><strong>3. Gunakan nama domain yang relevan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak nama perusahaan yang mirip dengan nama perusahaan lain. Kamu pasti tidak dapat menghindarinya, meskipun nama perusahaan yang sama kemungkinan besar akan menghasilkan nama domain yang sama. Sebagai alternatif, kamu dapat menggunakan nama domain yang tidak menggunakan nama perusahaan kamu secara langsung, namun terkait dengan bisnis yang kamu jalankan. Contoh: Ada sebuah perusahaan bernama PT. Bulan Bintang yang merupakan usaha pakaian. Anda dapat fokus pada pakaian sebagai nama domain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda ingin menggunakannya sebagai SLD, buat saja seperti www.pakaianmodis.com. Dengan demikian, kamu masih memiliki berbagai pilihan untuk membuat nama domain yang mudah diingat dan bagus untuk bisnis kamu. Ketahuilah bahwa domain kamu mempengaruhi hasil pencarian situs web mau di SERP\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/rna.id\/whois\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Whois Domain Lookup Indonesia Terbaik<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Cantumkan_nama_daerah\"><\/span><strong>4. Cantumkan nama daerah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di wilayah mana kamu bekerja? Jika kamu menjalankan bisnis di luar wilayah metropolitan, atau mungkin berada di wilayah tertentu, kamu dapat mencantumkan nama wilayah tersebut sebagai nama domain kamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama lokalitas memudahkan pengguna Internet untuk menemukan lokasi bisnis kamu. Sehingga pengguna dapat segera mempertimbangkan jarak pengiriman produk yang dibeli dan apakah pengguna ingin pergi ke lokasi kamu.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Lengkapi_dengan_TLD_yang_sesuai\"><\/span><strong>5. Lengkapi dengan TLD yang sesuai<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain SLD, Anda juga harus memilih Top Level Domain yang tepat sesuai dengan tujuan pembuatan situs web kamu. TLD tidak harus berupa .com. Kamu dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/rna.id\/blog\/domain-co-id\/\">.co.id<\/a> untuk kegiatan bisnis di Indonesia. Selain itu, jika website yang kamu jalankan berkaitan dengan teknologi, Anda juga bisa menggunakan .net.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak pertimbangan dalam menentukan second level domain terbaik untuk situs web kamu. Namun yang jelas, jika dipilih dengan benar, SLD dapat memberikan dampak positif yang signifikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, SLD menciptakan kesan pertama, disebut juga persepsi pengunjung terhadap situs web kamu. Tentu saja, semakin mudah SLD kamu untuk diingat, semakin baik branding perusahaan kamu. Selain itu, jika email bisnis kamu juga cocok dengan nama SLD. Dari segi teknis, SLD juga dapat meningkatkan performa SEO. Baik pencarian global maupun lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, setelah Anda memutuskan domain tingkat kedua, jangan lupa untuk memilih penyedia domain terpercaya. Atau jika kamu tertarik untuk menjadi <\/span><a href=\"https:\/\/rna.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">reseller domain<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> , kamu dapat bergabung bersama RNA. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang diketik pengunjung situs web ke dalam search engine ketika mereka ingin mengunjungi situs web kamu? Kamu bisa menyebutnya domain atau alamat situs web, tetapi sebenarnya ada istilah lain untuk menyebutnya yakni second level domain atau\u00a0 domain tingkat kedua. Percaya atau tidak, second level domain adalah beberapa domain yang paling diingat oleh pengunjung situs [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1507,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rating_form_position":"","rating_results_position":"","mr_structured_data_type":"","footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-1501","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-domain"],"multi-rating":{"mr_rating_results":[{"adjusted_star_result":0,"star_result":0,"total_max_option_value":5,"adjusted_score_result":0,"score_result":0,"percentage_result":0,"adjusted_percentage_result":0,"count":0,"post_id":1501}]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1501"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1501\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1516,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1501\/revisions\/1516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}